"Setelah mendapatkan informasi bahwa almarhum berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Jumat (27/3) malam, kami langsung berkoordinasi dengan tim penanganan COVID-19 untuk melakukan pelacakan," kata Ketua Gugus Tugas COVID-19 Pati Suharyono di Pati, Sabtu (28/3) seperti dilansir Antara.
Berdasarkan informasi yang didapat Suharyono, Imam sempat menggelar acara bakti sosial membagikan masker serta pembersih tangan (hand sanitizer) bersama dengan tenaga medis dari RS Mitra Bangsa Pati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Imam juga sempat menggelar acara bakti sosial pengobatan gratis. Namun belum diketahui lokasi pasti acara pengobatan gratis tersebut.
"Untuk tim medis dari RS Mitra Bangsa, kami optimistis paham dan langsung mengisolasi diri. Sedangkan masyarakat perdesaan tentunya harus dilacak agar tidak sampai melakukan kontak dengan orang lainnya," kata Suharyono.
Ia mengaku harus bekerja keras karena kemungkinan terjadi kontak secara berantai, terutama dari pedagang di pasar, yang sebelumnya kontak dengan Imam saat pembagian masker.
Sampai saat ini Belum diketahui apakah hasil pemeriksaan Imam positif virus corona atau tidak.
Kronologi perjalanan Imam Suroso sebelum meninggal dunia.
Rabu (18/3): Mendarat di Semarang dan langsung pulang ke Pati. Ia sudah mengeluhkan tubuhnya yang mulai sakit.
Jumat (20/3): Senam bersama warga di desa Saliyan-Bumi Walisongo, dan sore hari membagikan hand sanitizer di Pasar Puri.
Sabtu (21/3): Mulai demam tinggi dan sesak napas
Minggu (22/3): Dirawat di rumah oleh dokter pribadi dan malam dibawa ke RS Karyadi, Semarang. Ia kemudian dirawat di ruang ICU.
Jumat (27/3): Meninggal dunia pukul 20.50 WIB. (adp/antara/vws)