Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Biwara Yuswantana mengatakan selain para petugas medis, rapid test juga diutamakan untuk kerabat dan warga yang secara intens melakukan kontak dengan PDP.
"Pemerintah terus berupaya menekan penyebaran wabah Covid-19. Salah satu caranya dengan melakukan rapid test," ucap Biwara dalam jumpa pers di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Sabtu (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stok APD dipastikan masih cukup sampai minggu ini," ujar Biwara.
Di satu sisi, ia mengatakan persediaan sarana medis seperti sarung tangan panjang dan masker N95 sudah menipis. Pemda DIY, kata dia, sedang melaksanan pengadaan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasaranan layanan medis tersebut.
Selain itu, Biwara menjelaskan, percepatan pengembangan Rumah Sakit Harjo Lukito sebagai rujukan utama Covid-19 di DIY terus dilakukan.
Di satu sisi, salah seorang profesor UGM berinisial AU dikabarkan tengah menjalani perawatan di ruang isolasi karena dinyatakan positif Covid-19. Namun, pihak RSUP Dr. Sardjito membantah kabar tersebut.
"Yang menyatakan positif untuk beliau itu hoaks," tegas Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat (Hukmas) RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta, Sabtu.
"Saat ini tidak ada hasil positif untuk beliau, dan kami juga tetap melakukan swab lagi terhadap beliau," imbuhnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, pada 24 Maret 2020 lalu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Rukmono Siswihantono menyatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, istri almarhum Prof ID tersebut dinyatakan negatif Covid-19. Almarhum suaminya diketahui meninggal sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif Corona.
Sementara untuk update data PDP di DIY per 28 Maret 2020, pukul 16.00 WIB, sebanyak 154 orang telah diperiksa. Dari jumlah tersebut, 40 orang dinyatakan negatif, 19 PDP sudah dinyatakan Covid-19 (sembuh: 1, meninggal dunia: 3), dan 95 PDP laina masih menunggu hasil lab (4 meninggal dunia).