"Satu kamar bervariasi, ada 3 sampai 4 kamar tidur, jadi tergantung dokter. Nantinya pasien yang mau ke sini silakan dan akan disambut tim dokter, mereka di screening mulai dari riwayat perjalanan dan riwayat interaksinya. Nanti ketahuan juga dia menjadi ODP atau pasien dalam pengawasan (PDP)," ujar Deru pada Minggu (29/3) dilansir dari Antara.
Heru mengatakan pihaknya sudah meninjau wisma atlet Jakabaring bersama Pangdam, Ketua DPRD Sumsel, dan pejabat lainnya untuk memastikan kesiapan pelayanan. Pemerintah Provinsi Sumsel dikatakan sudah menimbang wisma atlet jadi ODP Center.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Heru bila dokter menyatakan warga PDP maka dibawa ke rumah sakit rujukan. Meski demikian dia juga bilang ada kemungkinan wisma atlet merawat PDP.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengubah wisma atlet Kemayoran menjadi rumah sakit darurat untuk penanganan kasus Covid-19. Fasilitas dadakan ini mampu menampung 3.000 orang.
Wisma atlet hanya ditujukan buat pasien dengan kondisi ringan hingga sedang. Bila kondisinya berat maka dirujuk ke rumah sakit lain yang telah ditunjuk pemerintah.
(fea)