Akibatnya, jumlah warga yang mudik ke kampung halaman pun melonjak.
"Laporan yang saya terima dari gubernur Jawa Tengah, gubernur DIY, pergerakan arus mudik sudah terjadi lebih awal dari biasanya. Dan sejak penetapan tanggap darurat di DKI Jakarta, telah terjadi percepatan arus mudik," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Antisipasi Mudik Lebaran melalui siarang langsung akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/3).
Jokowi menuturkan, kebanyakan warga yang mudik itu merupakan pekerja informal dari wilayah Jabodetabek. Mereka umumnya pulang ke kampung halaman di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini belum (termasuk) dihitung arus mudik dini yang menggunakan transportasi massal lainnya, misalnya kereta api maupun kapal dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi," katanya.
Jokowi khawatir banyaknya warga yang mudik ke kampung halaman akan berisiko memperluas penyebaran covid-19. Berkaca dari kegiatan mudik 2019, jumlah warga yang pulang ke kampung halaman mencapai 19,5 juta orang.
[Gambas:Video CNN]
Untuk itu, mantan wali kota Solo ini menekankan pentingnya langkah tegas melarang warga yang ingin mudik ke kampung halaman. Ia mengingatkan agar mobilitas orang dari satu daerah ke daerah lainnya dibatasi.
"Fokus kita mencegah meluasnya covid-19 dengan mengurangi atau membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain," katanya. (psp/gil)