"Yang bersangkutan pernah melakukan uji coba, tapi tidak bisa kami sampaikan tempatnya dimana," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Argo Yuwono, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang terpenting bahwa yang bersangkutan memang akan melakukan satu kegiatan, dan sebelum melakukan kegiatannya sudah kami amankan," pungkas dia.
Dalam hal ini, total terdapat lima orang berinisial NS, ZN, MW, MT, MF yang diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Argo memastikan bahwa kelimanya merupakan anggota dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di beberapa wilayah.
Dari penangkapan itu, polisi mengidentifikasikan sejumlah barang bukti berupa adonan bom yang sudah selesai dirakit, serta bahan-bahan lain yang digunakan untuk memicu bom meledak.
"Kami dapat juga ada switching (bom)," kata dia.
Dalam penangkapan itu, salah seorang terduga teroris itu ditembak mati oleh polisi lantaran mencoba melawan dengan menggunakan samurai.
"Saat mau ditangkap melawan menggunakan samurai. Kemudian jenazah [saat ini di] RS Bhayangkara, Semarang," jelas Argo.
(mjo/arh)