Sultan HB X mengatakan data tersebut penting untuk mengantisipasi masyarakat yang hendak pergi maupun datang dari zona merah virus corona.
"Katakan wilayah mana, kota mana yang merah," kata Sultan HB X, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (30/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sultan HB X mengatakan pihaknya sampai saat ini belum memutuskan untuk melakukan karantina wilayah di daerah Yogyakarta. Menurutnya, ketika dilakukan karantina wilayah masyarakat tak boleh sembarangan keluar masuk wilayah tersebut.
"Kalau seperti itu yang terjadi, ekonominya jadi hancur. Jadi itu tidak kami lakukan," ujarnya.
Sultan HB X menyebut tindakan warga itu hanya membatasi akses masuk ke sejumlah desa, bukan karantina wilayah dalam arti yang sesungguhnya.
"Harapannya, dengan satu jalan itu memudahkan mereka untuk mengontrol siapa yang masuk. Bagi saya itu no problem," kata Sultan
Lebih lanjut, Sultan HB X mengatakan pihaknya tak melarang warga yang mudik ke kampung halamannya di wilayah Yogyakarta. Ia hanya mengimbau para pemudik disiplin dan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.
Sampai hari ini, jumlah pasien positif corona di Indonesia mencapai 1.414 jiwa. Dari jumlah itu, 122 orang meninggal dunia dan 75 lainnya dinyatakan sembuh dari infeksi corona.
Jakarta menjadi daerah dengan jumlah pasien positif corona terbanyak. Merujuk data di laman corona.jakarta.go.id, jumlah pasien positif di Jakarta mencapai 727 jiwa, dengan 78 di antaranya meninggal dunia. (sut/fra)