Jumlah Pasien Positif Corona di Jabar 180 Orang, 20 Meninggal

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 07:51 WIB
Pasien positif virus corona di Jawa Barat per Senin (30/3) malam mencapai 180 orang yang tersebar di lebih dari 15 kabupaten/kota. Ilustrasi pasien corona. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO).
Bandung, CNN Indonesia -- Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona di Provinsi Jawa Barat bertambah menjadi 180 orang. Dari jumlah itu, 20 orang meninggal dunia, dan 9 lainnya dinyatakan sembuh.

Hal itu berdasarkan situs pantau Covid-19 Pemprov Jabar melalui pikobar.jabarprov.go.id yang telah diperbarui, Senin (30/3) pukul 23.00 WIB.

Kasus positif aktif Covid-19 di Jabar masing-masing tersebar di Kota Bekasi (25 kasus), Kota Depok (24), Kabupaten Bekasi (14), Kota Bogor (14), Kota Bandung (8), Kabupaten Bogor (7), Kabupaten Karawang (6), Kota Cimahi (5), Kabupaten Bandung (3), Kabupaten Cirebon (2), Kabupaten Bandung Barat (1), Kabupaten Kuningan (1), Kabupaten Majalengka (1), Kabupaten Purwakarta (1), Kabupaten Sukabumi (1), Kabupaten Sumedang (1), dan Kota Tasikmalaya (1).


Pada kategori orang dalam pemantauan (ODP), total berjumlah 11.038 orang, dengan rincian 2.562 orang selesai pemantauan dan 8.476 orang masih dalam proses.


Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai total 898 orang. Sebanyak 202 orang di antaranya selesai pengawasan dan 696 pasien masih dalam pengawasan.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan Pemprov Jabar akan memasukkan warga yang terlanjur mudik dalam daftar ODP.

"Kepada mereka yang keburu mudik, kami berikan status ODP, wajib karantina pribadi 14 hari, dan kalau ketahuan wara-wiri, maka polisi akan melakukan tindakan dengan pasal hukum membahayakan keselamatan masyarakat, kira- kira begitu," kata Ridwan.


Ridwan juga melaporkan Jabar sudah melakukan tes masif kepada sekitar 20 ribu warga di 27 kabupaten/kota. Tes masif tersebut bertujuan untuk memetakan persebaran dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Semakin banyak kita tes masif, kita akan mendapati peta konkret persebaran seperti apa. Empat persen (pasien positif) kemudian akan dilakukan PCR, dengan alat yang kami beli dengan APBD dari Korea (Selatan) senilai Rp4 miliar," katanya. (hyg/osc)