Jokowi Akan Pantau Ribuan Pekerja Migran dari Malaysia

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 11:53 WIB
Jokowi menyebut ada sekitar tiga ribu pekerja migran yang setiap hari kembali dari Malaysia ke Indonesia. Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Negeri Sabah, Malaysia tiba di Pelabuhan internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kaltara. (ANTARA FOTO/M Rusman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan bakal memantau kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia untuk mencegah persebaran virus corona (covid-19). Jokowi menyebut ada sekitar 3 ribu pekerja migran yang setiap hari kembali dari Malaysia ke Indonesia. 

"Arus kembalinya WNI dari beberapa negara, terutama yang dari Malaysia ini betul-betul perlu kita cermati karena menyangkut bisa ratusan ribu, bisa jutaan WNI yang akan pulang," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait 'Penanganan Arus Masuk WNI dan Pembatasan  Perlintasan WNA' melalui siaran langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3). 

"Saya menerima laporan beberapa hari ini setiap hari kurang lebih 3.000 pekerja migran yang kembali dari Malaysia," lanjutnya. 

Selain pekerja migran di Malaysia, Jokowi menyatakan bakal memantau kepulangan sekitar 10 ribu hingga 11 ribu WNI yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Menurut Jokowi, perlu perencanaan matang terkait tahapan-tahapan untuk memeriksa kondisi para ABK ketika tiba di Indonesia. 

"Kita juga harus antisipasi kepulangan kru kapal, pekerja ABK yang ada di kapal. Perkiraan kita ada kurang lebih 10 ribu sampai 11 ribu ABK. ini perlu disiapkan dan direncanakan tahapan untuk screening mereka," katanya. 

[Gambas:Video CNN]

Jokowi mengatakan, kasus covid-19 di dunia saat ini kebanyakan merupakan imported cases atau berasal dari warga yang kembali dari luar negeri. Ia menyebut China, Korea Selatan, dan Singapura termasuk negara yang mampu menekan jumlah kasus covid-19 namun kini menghadapi kasus karena imported cases. 

"Di beberapa negara yang mampu mendatarkan kurva penyebaran covid-19  menghadapi tantangan baru dengan yang dinamakan gelombang baru covid-19. RRT, Korsel, Singapore, saat ini banyak menghadapi imported cases, kasus-kasus yang dibawa dari luar negeri," tuturnya. 

Untuk itu, Jokowi menekankan bahwa prioritas pemerintah saat ini bukan hanya mengendalikan arus mudik di dalam negeri melainkan juga dari luar negeri. 

"Prioritas kita bukan hanya kendalikan arus mobilitas orang antarwilayah di dalam negeri, arus mudik yang kemarin kita bicarakan, tapi juga harus bisa kendalikan mobilitas antarnegara yang berisiko membawa imported cases," ucap Jokowi.



(psp/ugo)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK