Pemilik RS Nur Hidayah Bantul, Sagiran menjelaskan dua pasien yang meninggal dunia itu adalah laki-laki usia 48 tahun, dan laki-laki 59 tahun. Sebelumnya mereka dirawat sudah dalam kondisi kritis. Keduanya meninggal dalam perawatan di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini harus menjadi keprihatinan bersama," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bantul tersebut.
"Kami menyampaikan bela sungkawa karena upaya maksimal kami belum di ridai Tuhan YME dan pasien meninggal dunia," ucap Banu saat dikonfirmasi.
Pihaknya menambahkan, saat masuk ke tempatnya, dua pasien itu memang mengalami gejala sesak nafas sehingga dikategorikan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
"Saat ini belum ada diagnosa Covid-19 karena belum sempat kami swab. Tadi malam kami mengejar kegawatdaruratannya," ungkap Banu.
Meskipun demikian demikian, lanjutnya, untuk pemakaman dua jenazah tetap menggunakan protokol pasien Covid-19.
![]() |
Selain itu, Banu mengatakan pihaknya juga berharap agar semua pusat layanan kesehatan dapat bekerja sama dalam melawan Covid-19, dengan semangat untuk menolong dan saling meningkatkan pelayanan.
Sebelumnya, pada 30 Maret 2020, RS Nur Hidayah Bantul kesulitan mendapatkan RS Rujukan Penanganan Covid-19 untuk penanganan lebih lanjut tiga pasiennya.
Sementara Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Kabupaten Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa berdalih, saat ini semua RS Rujukan Penanganan Covid-19 di DIY termasuk di Bantul sudah penuh.
