"Sekarang rakyat yang harus berjuang sendiri-sendiri untuk menghadapi kesengsaraan ini. Dan menurut saya rakyat harus bersatu, kita semua harus bersatu," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (31/3).
Dia yakin kegagapan pemerintah terjadi karena masalah kepemimpinan dalam pemerintahan. Menurutnya, hal itu berdampak pada ketiadaan skenario yang jelas menangani corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferry lalu menyoroti sikap pemerintah sebelum terdeteksi virus corona di Indonesia. Menurutnya, pemerintah lalai dan tidak siaga menyiapkan kemungkinan terburuk sejak jauh hari.
"Lalai, gagap, dan tidak memiliki skenario untuk menyelamatkan pandemi virus corona atau Covid-19 ini. Bahkan dari sejak awal pemerintah malah justru menganggap remeh," kata Ferry.
Jumlah kasus itu terus bergerak naik sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020. Indonesia masuk jajaran negara dengan rasio kematian akibat corona tertinggi di dunia, bersanding dengan Italia dan Iran.
Sejauh ini, pemerintah telah menegaskan bahwa kebijakan karantina wilayah adalah kewenangan menteri. Namun, kepala daerah tak menggubris dan memberlakukan karantina wilayah lokal.
Presiden Jokowi lalu menyampaikan keinginannya agar diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) disertai status Darurat Sipil. Jokowi ingin ada langkah yang lebih efektif dalam menghadapi virus corona.