Pada kategori orang dalam pemantauan (ODP), Jabar memiliki total 12.967 orang. Mereka yang selesai dalam pemantauan yaitu 3.000 jiwa atau 23,14 persen. Sebanyak 76,86 persen atau 9.967 orang di antaranya masih dalam status pemantauan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja meminta agar para Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit yang menjadi rujukan lini kedua penanganan corona membangun komunikasi dan koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jabar.
"Jadi Gugus Tugas ini yang akan bekerja sama dengan bapak/ibu di rumah sakit. Kami akan memberikan kontak masing- masing divisi gugus tugas kepada bapak/ibu. Kemudian, silahkan bapak/ibu memberikan kontak yang ada di rumah sakit kepada kami," kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar Berli Hamdani mengatakan bahwa pihaknya sedang mengusahakan pengadaan alat kesehatan untuk semua RS rujukan penanganan Covid-19. Termasuk alat pelindung diri (APD), ventilator dan test kit.
"Untuk lini kedua rata-rata sudah punya ruang isolasi tapi perlengkapan peralatannya masih kurang. Misal, punya ventilator tapi tidak bertekanan negatif atau peralatan untuk pelayanan seperti APD masih kurang," kata Berli.