Pernyataan itu merespons laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) hari ini bahwa ada 11 dokter yang meninggal karena terpapar Covid-19.
"Turut berduka mendalam, dalam sebulan 11 dokter meninggal. Tenaga medis harus mendapat perhatian dan perlindungan lebih besar (dari pemerintah)," kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan keluarganya juga harus mendapat jaminan perlindungan kesehatan juga," kata Kurniasih.
Lihat juga:Yusril Kritik Keras Kebijakan PSBB Jokowi |
"Ada 12 dokter yang meninggal dalam sebulan ini, 11 diantaranya terkonfirmasi terpapar covid-19," terang Humas IDI Halik Malik saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Halik menyebut tenaga medis yang langsung menangani pasien terkait covid-19 memang paling rentan terpapar covid-19. Oleh karenanya, kata dia, IDI pun telah mengeluarkan petunjuk pencegahan penularan Covid-19 untuk petugas kesehatan termasuk standar pemakaian APD.
Ia tidak menampik selama ini kebutuhan APD bagi tenaga medis yang menangani pasien terkait Covid-19 di beberapa fasilitas layanan kesehatan masih kurang cukup dan memadai.
"Kami sudah menyampaikan ke pemerintah, untuk memastikan APD tersedia secara kontinyu dan mencukupi di tiap layanan kesehatan," kata Halik.
"Ini akan terus kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang menjadi lini terdepan di dalam kaitan dengan perawatan pasien Covid-19," ujar dia. (yoa/wis)