"Yang paling tua usia 65, yang paling muda 11 tahun," kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (1/4).
Per Rabu (1/4) malam, sembilan orang warga Jawa Timur dinyatakan meninggal dunia usai terinveksi Virus Corona (Covid-19).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasien berusia 65 tahun tersebut mulanya dirawat di salah satu rumah sakit di Jatim, dengan keluhan sesak nafas. Pernafasan pasien tersebut pun sempat dibantu dengan ventilator hingga dirujuk ke rumah sakit RSUD dr Soetomo.
[Gambas:Video CNN]
"Dirawat si sebuah rumah sakit, distress nafas, kemudian kita inkubasi, di sana kita masukan ventilator portable, kemudian kami bawa ke RSUD dr Soetomo , satu hari meninggal gagal nafas," katanya.
Sementara untuk pasien termuda, Joni mengungkapkan, usianya baru 11 tahun. Selain terjangkit Covid-19, ia diketahui juga tengah menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) stadium empat. Nyawanya pun tak tertolong.
"Yang 11 tahun ini karena dia punya DBD kelas [stadium] 4," kata Joni.
Salah satunya yakni pasien berusia 76 tahun asal Surabaya dan seorang pasien lainnya yang diketahui berusia 60 tahun. Keduanga dinyatakan konversi negatif.
Joni mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan pasien usia lanjut tersebut berhasil lepas dari jerat virus corona.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Dikutip dari situs infocovid19.jatimprov.go.id per Kamis (2/4) pagi, jumlah kasus positif Corona di Jatim mencapai 103 orang, dengan 536 pasien dalam pengawasan (PDP) serta 7.328 orang dalam pemantauan (ODP).
(frd/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian