Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Bali, Dewa Made Indra mengatakan dengan bantuan desa adat ini diharapkan dapat menekan penyebaran virus corona di Bali, mengingat masih banyak warga yang tidak taat mengikuti aturan dari pemerintah.
"Saya membayangkan, jika desa adat di Bali berhasil menegakkan disiplin warga desa untuk melaksanakan protokol pencegahan Covid19 dengan tertib, maka penyebaran Covid19 di Bali pasti bisa kita hentikan, yang berarti kita memenangkan peperangan," ujar Dewa Made Indra dalam surat itu yang ditulis CNNIndonesia.com, Kamis (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang saya bayangkan itu tentu saja merupakan peluang dan tantangan bagi para aparat desa adat. Kekaguman masyarakat dunia akan tertuju kepada kepemimpinan aparat adat," jelasnya.
"Dalam kegelapan situasi pandemi global Covid-19, saya melihat secercah cahaya optimisme. Jika kita telah melihat bukti nyata keberhasilan desa adat dalam mendisiplinkan warga untuk tertib pelaksanaan Nyepi, mengapa potensi ini tidak kita manfaatkan," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Dewa Indra mengeluhkan sebagian warga masih kurang taat melaksanakan arahan pemerintah seperti mengurangi aktivitas di luar rumah, meniadakan keramaian, meniadakan hiburan, meniadakan acara yang melibatkan orang banyak, menjaga jarak, hingga perilaku hidup bersih dan sehat.
"Padahal ini adalah kunci utama untuk mencegah penularan atau penyebaran Covid-19. Saya punya keyakinan, desa adat memiliki kemampuan dan wibawa untuk menegakkan hal-hal tersebut," jelasnya.
Gubernur Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali telah menandatangani Keputusan Bersama tentang Pembentukan Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Berbasis Desa Adat di Bali.
Dengan begitu pencegahan penyebaran virus corona kini telah melibatkan desa adat. Namun yang menjadi kendala, desa adat tak punya cukup anggaran. (put/osc)