Data itu merupakan hasil dari rapid test hingga Kamis (2/4), yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap 3.976 warganya di 38 kabupaten/kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian Joni menjamin para tenaga medis itu sedang menjalani isolasi dengan pengawasan ketat rumah sakit.
[Gambas:Video CNN]
Menurutnya, hasil rapid test tersebut tak sepenuhnya valid. Sebab rapid test yang digunakan di Indonesia hanya mampu mendeteksi antibodi. Tingkat false positive atau positif palsu dalam rapid test juga cukup tinggi.
Atas dasar itu, kata Joni, hasil rapid test tersebut harus ditindak lanjuti dengan tes swab PCR (Polymerase Chain Reaction), demi keabsahan diagnosis.
Sejak, Jumat (27/3) pekan lalu, Pemprov Jatim telah mendistribusikan 18.400 alat rapid test ke sejumlah rumah sakit rujukan ke 38 Kabupaten/kota se Jatim. (frd/wis)