"Penyediaan tempat karantina ini untuk mengantisipasi pemudik. Ada di dua lokasi yang masing-masing berkapasitas 20 kamar dan 30 kamar," kata Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Jumat (3/4) seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang Maret, Heroe menyebut, ada sekitar 550 orang pendatang yang masuk ke Kota Yogyakarta dan sebagian besar menuju rumah keluarga masing-masing. Sehingga, saat ini belum ada masalah dengan kebutuhan tempat isolasi mandiri.
Heroe berharap setiap pendatang yang masuk ke Kota Yogyakarta telah menjalani pemeriksaan kesehatan di daerah asal.
Di beberapa tempat pendatang masuk seperti terminal dan stasiun, Heroe mengatakan pihaknya menyiagakan tim untuk memeriksa kondisi kesehatan pendatang secara umum, dan mendata daerah asal pendatang atau pemudik.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat mengatakan pemerintah sedang mencari lokasi untuk membangun dapur umum guna membantu pemenuhan kebutuhan pangan bagi pendatang yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan tidak memiliki tempat untuk melakukan isolasi mandiri.
"Ada beberapa titik yang kami masukkan sebagai rencana tempat dapur umum. Sedang kami lakukan pendekatan," katanya.