Angka ini meningkat jauh dari bulan sebelumnya, Februari 2020 sebanyak 2.539 pemakaman. Dan pada Januari 2020 data cukup tinggi mencapai 3.139 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka terendah didapati pada Desember 2011, sebanyak 1.973 pemakaman. Disusul Februari 2011 sebanyak 2.153 pemakaman dan November 2012 sebanyak 2.165 pemakaman.
Jakarta sendiri merupakan sumber penyebaran wabah Covid-19 atau virus corona di Indonesia. Penyakit corona pertama kali menyebar di DKI Jakarta pada awal Maret 2020.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tingkat kematian (case fatality) akibat corona di Jakarta mencapai 10 persen merujuk data 2 April.
Data per 2 April, ada 855 kasus positif corona di Jakarta, 90 orang di antaranya meninggal dunia.
Tingkat kematian itu disebut Anies sangat mengkhawatirkan karena lebih tinggi dari rata-rata tingkat kematian global.
"Jadi kalau kita lihat begitu, angka global 4,4 persen. Jakarta angkanya 10 persen case fatality-nya. Ini Sangat mengkhawatirkan," kata Anies saat melakukan rapat online dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
[Gambas:Video CNN]
Anies menjelaskan angka 10 persen di Jakarta berdasarkan data 2 April, sama dengan dua kali lipat angka case fatality di tingkat dunia yang rata-rata tidak sampai 5 persen. Ditambah lagi jumlah pasien yang dimakamkan dengan prosedur Covid-19, menurut Anies, cukup tinggi.
Dinas Pertamanan Hutan Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memberi penjelasan dalam data pemakaman yang melonjak pada Maret 2020. (fey/wis)