Ia mengaku sudah mengingatkan jajarannya agar satu suara dan satu sumber dalam menyampaikan data terkait kasus virus corona.
Pernyataan ini disampaikan Doni menyikapi pemberitaan tentang pernyataan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo yang mengonfirmasi terkait perbedaan data antara yang dimiliki oleh pihaknya dengan milik Kementerian Kesehatan kasus virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pihaknya akan menggabungkan data dari BPBD dan Kementerian Kesehatan sehingga diharapkan dapat menemukan data terkait kasus virus corona yang pasti.
Sebelumnya, sejumlah media memberitakan bahwa Agus mengakui terjadi perbedaan data terkait virus corona. Menurutnya, data yang disampaikan BNPB selama ini merupakan milik Kementerian Kesehatan, sementara BNPB mempunyai data sendiri.
"Ya memang betul adanya. Saya juga belum tahu kenapa bisa tidak sinkron, tapi kita punya data dua-duanya. Jadi BNPB mengumpulkan data, baik dari sisi daerah laporannya ada juga kita, dari sisi Kemenkes juga kita punya dua-duanya, kita sandingkan. Tapi yang dipublikasi, karena yang jubirnya Pak Yuri, jadi yang publikasi apa yang disampaikan Pak Yuri itu yang kita publikasikan," jelas Agus dalam tayangan YouTube di channel Energy Academy Indonesia, seperti dilihat pada Senin (6/4).
Tapi, kata Agus, di belakang layar BNPB punya seluruh data.
"Kita menggunakan juga dengan provider telekomunikasi kita akan track kita catat seluruh nomor telepon dari kasus positif tadi sehingga kita bisa tahu dengan siapa saja orang ini berhubungan. Jadi kita bisa tahu, tracing-nya kita tahu semua," imbuh Agus.