Pengusiran tenaga medis oleh warga terjadi karena sang petugas dikhawatirkan menyebarkan virus corona di wilayah itu. Warga tidak mengizinkan tenaga medis itu untuk tinggal sementara di daerah tersebut.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Syafrizal Rahman membenarkan adanya seorang petugas medis yang diusir warga. Kata dia, petugas medis itu kesehariannya bekerja untuk merawat pasien Covid-19 di RSUZA. Namun, ia enggan menyebutkan warga daerah mana yang melakukan pengusiran itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita belum mendapatkan tenaga medis di Aceh yang positif. Sejauh ini melalui hasil rapid test belum ada yang positif. Mudah-mudahan tidak ada," ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Aceh telah menyulap tiga gedung di Kantor Badan pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, untuk tempat tinggal petugas medis. Gedung itu, disiapkan bagi petugas medis yang mengalami masalah seperti ini.
Tempat itu disediakan sebagai tempat untuk beristirahat dan menginap selama bertugas dalam penanganan Covid-19. Agar bisa membuat tenaga medis merasa aman. Tiga gedung itu mampu menampung sebanyak 160 orang tenaga medis, lengkap dengan fasilitas yang diberikan. (dra/ain)