Hal itu ia sampaikan saat menggelar rapat koordinasi dengan 497 Bupati, Wali Kota dan Sekretaris Daerah se-Indonesia, asosiasi dunia usaha serta kementerian terkait kemarin (7/4).
Tito mengklaim sudah mendata secara lengkap jumlah dan jenis kebutuhan APD dan sarana kesehatan yang dibutuhkan daerah untuk penanggulangan Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Tito menyatakan rapat tersebut turut membahas dua langkah strategis di tengah pandemi virus corona. Langkah yang disusun adalah menjamin ketersediaan sarana alat kesehatan dan menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat mengantisipasi dampak Covid 19 di seluruh daerah.
Selain itu, Tito memberikan masukan bahwa pemerintah harus menangani dampak sosial dan ekonomi bila diterapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah.
Salah satunya, kata dia, menyediakan program jaring pengaman sosial dan bantuan penguatan UKM di saat krisis Covid-19 sedang berlangsung.
"Berharap terbangun sinergisitas dan kesatuan visi antara pusat, daerah, antar daerah dan dunia usaha untuk bersama-sama memperkuat sistem kesehatan dan menjaga stabilitas ekonomi dalam perang melawan Covid-19 ini," kata dia.