"Sebenarnya kita tidak ada jam malam. Tapi kita akan melakukan imbauan kepada masyarakat siang dan malam hari," kata Rudy kepada wartawan usai menghadiri kegiatan Mapolrestabes Bandung, Rabu (8/3).
Imbauan yang dimaksud Rudy adalah terkait protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona, seperti melakukan physical distancing, menerapkan pola hidup sehat dan imbauan untuk tetap di rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita menyepakati agar merencanakan jam malam. Tadi sudah disetujui oleh Pak Kapolda, asal berkoordinasi dengan kepolisian di bawah Polda," kata Emil dalam siaran pers yang disampaikan Humas Jabar, Senin (6/4).
826 positif usai rapid test
Terkait dengan rapid test di Jabar, Pemprov telah menyebar sebanyak 63.210 alat rapid diagnostic test (RDT) ke 27 kota/kabupaten. Hasilnya, sebanyak 826 orang dinyatakan terdeteksi virus corona.
"Dari total yang sudah melaporkan per hari ini sebanyak 22.119. total positif 826 atau 3,7 persen yang sudah diperiksa," kata Daud di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (8/4).
"Agar dalam minggu ini semuanya paling tidak sebesar 63 ribu itu bisa selesai dan provinsi bisa menerimanya. Sehingga laporan ini akan bisa lebih mempercepat pemetaan Covid-19 di Jawa Barat," ujar Daud.
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, per hari ini pukul 14.30 jumlah kasus positif sebanyak 343 orang. Pasien sembuh 17 orang dan meninggal 29 orang.
Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 23.152 masih dalam proses dan selesai 7.598. Sehingga totalnya mencapai 31.110 ODP. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 1.193 masih dalam proses. Sebanyak 533 di antaranya selesai pengawasan. Adapun total PDP yaitu 1.726 orang. (hyg/ain)