Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dari 319 orang yang sudah tidak diawasi, 61 di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sisanya disebut telah sehat.
"Kalau di sini untuk PDP saat ini ada 1.185 orang. Ini update terbaru terus dalam pengawasan 805, yang selesai 319, PDP meninggal 61," kata Tim Satgas covid-19, dr Makhyan Jibril Al Farabi, Rabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan ODP yang sudah menyelesaikan pemantauan ada 4.051 orang. Sebanyak 13 ODP di antaranya telah meninggal dunia.
Lebih lanjut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa seluruh PDP dan ODP yang meninggal dimakamkan sesuai protokol pemakaman pasien covid-19.
Mantan Menteri Sosial RI ini mencontohkan salah satunya yakni pasien PDP yang meninggal di Tuban. Saat meninggal pasien itu masih dalam status PDP.
"Tuban misalnya, pada saat meninggal posisinya PDP kemudian terkonfirmasi hasil swab-nya ternyata positif. Jadi pada saat meninggal posisinya adalah PDP," katanya.
Prosesi pemulasaraan pasien dilakukan sesuai protokol pemakaman pasien covid-19. Kemudian usai pemakaman hasil tes pasien yang bersangkutan dinyatakan positif
"Kemudian Pak Sekda mengkoordinasikan dengan Pak Sekda Tuban dengan Sekda Provinsi dan kalaksa BPBD, yang memakamkan dari BPBD Tuban. Itu meninggal waktu PDP, kemudian terkonfirmasi positif. Protokol pemulasaraan jenazah seperti halnya pasien positif," tambahnya," Khofifah.
Menurut Khofifah, protokol pemakaman ini penting dilakukan karena banyak PDP yang meninggal namun ternyata beberapa hari setelahnya hasil tes swab dinayatakan positif.
"Sudah dilakukan langkah proteksi seperti itu karena sebelumnya terkonfirmasi PDP, hari ini konfirmasinya positif. Kira kira begitu," pungkasnya. (frd/fea)