Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan ajakan gencatan senjata ini dilakukan seiring dengan perkembangan kasus Covid-19 yang terjadi di beberapa wilayah di Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kelompok musuh, jadi pernyataan kami lewat media itu cukup. Kasihan rakyat takut Covid-19 kah atau takut kehadiran pasukan militer dan polisi Indonesia dalam jumlah besar," ujarnya.
Sebby berkata saat ini TNI/Polri masih berjaga di kawasan Nduga, Lani Jaya, Timika, Tembagapura, dan Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang.
"Jika Indonesian setuju, maka (gencatan senjata) itu akan berlaku sampai wabah Virus Corona berakhir," kata dia.
Dalam rilis yang juga dikirimkan oleh Sebby, TPNBP-OPM yang oleh Indonesia disebut sebagai KKB, mendesak agar perusahaan tambang PT Freeport ditutup sementara hingga wabah Covid-19 berakhir.
"Sampai hari ini Freeport masih beroperasi di Tembagapura, dan karyawaan (buruh) dipaksa kerja dalam ancaman virus corona dan perang TPNPB dan TNI/Polri," demikian bunyi rilis tersebut.
Bahkan, sejak beberapa bulan belakangan KKB juga menggencarkan serangan di wilayah pegunungan Papua, utamanya untuk mengganggu operasional PT Freeport. Banyak korban meninggal, baik dari pihak sipil Papua hingga anggota TNI/Polri yang tengah bertugas. (tst/wis)