"Kami sadar bahwa banyak juga sekolah-sekolah di daerah-daerah, satu tidak punya akses ke internet ataupun, dua masih sulit untuk memahami bagaimana menggunakan platform-platform teknologi. Ataupun ada keterbatasan dana," kata Nadiem kepada wartawan melalui saluran teleconference, Jumat (9/4).
Nadiem menjelaskan bahwa program tersebut akan mulai dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia mulai Senin (13/4) mendatang sejak pukul 08.00 sampai 23.00. Nantinya, penayangan program tersebut akan dilakukan selama 3 bulan dan akan dievaluasi kemudian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program televisi itu nantinya terdiri dari 720 episode yang akan ditayangkan selama 90 hari. Apabila terbukti efektif, Nadiem akan menggodok untuk memperpanjang penayangan program tersebut.
Program itu, kata dia, hanya menjadi suplemen atau tambahan proses pembelajaran bagi sekolah yang terkendala akses selama masa krisis pandemi Covid-19 saat ini.
"Kemendikbud juga akan selalu melakukan monitoring program ini dengan lembaga non-pemerintah untuk selalu mengkaji kualitas dan apakah program ini program yang berguna," tutur Nadiem.
Selain pembelajaran bagi murid-murid, program tersebut akan menayangkan bimbingan bagi orangtua dan juga guru. Hal itu berkaitan dengan proses pembelajaran yang kini sedang dilakukan dari rumah masing-masing.
"Sebenarnya banyak juga orangtua yang frustrasi karena ini pembelajaran bagi mereka juga," ungkapnya.