"Dengan adanya enam lab di Jatim dan tambahan dukungan reagen PCR kit sebanyak 41 ribu yang kita terima hari ini, maka kenaikan kapasitas lab di Jatim kini mampu melakukan 1102 test swab/hari dan stok reagen aman hingga 37 hari kedepan," ujar Khofifah, Senin (27/4).
"Kami sudah mendapat kiriman dari BNPB, sebanyak 41 ribu reagen PCR kit. Saat ini, kebutuhan PCR kit memang yang paling dibutuhkan karena hasil validitasnya paling tinggi," ujarnya menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian empat laboratorium baru yang ditunjuk yaitu RSUD dr Soetomo sebanyak 5.000 kit dengan kapasitas 240-300 kit/ hari, RS UB sebanyak 5.000 kit dengan kapasitas 100-150 tes/hari.
Lalu, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) sebanyak 10.000 kit dengan kapasitas 186 test/hari, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Surabaya sebanyak 1000 kit dengan kapasitas 50-100 test/hari.
Khofifah mengatakan pengetesan kali ini diprioritaskan bagi mereka yang berisiko tinggi, seperti tenaga medis. Disamping itu, pengetesan juga lebih diutamakan bagi mereka yang berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) dan belum melakukan tes swab.
Foto: CNN Indonesia/FajrianInsert Artikel - Waspada Virus Corona |
"Dengan tambahan bantuan reagen PCR kit ini kami berharap maka proses tes swab lewat dengan PCR bisa dilakukan dengan cepat. Di mana, kecepatan ini juga sangat mempengaruhi penanganan wabah Covid-19, dan tentunya juga bisa membuat masyarakat lebih tenang," ujarnya.
Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim saat ini tercatat ada 2.796 pasien. Sebanyak 1.436 masih dalam pengawasan, 1.098 selesai di awasi, dan 235 lainnya meninggal dunia.
Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) tercatat ada 18.509 orang. Sebanyak 5.856 masih menjalani pemantauan, 12.600 selesai dipantau, dan 53 lainnya meninggal dunia. (frd/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian