Pasien positif tersebut diketahui bersama seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal di RSUD dr Moewardi beberapa waktu lalu.
"Cuma yang PDP itu hasilnya belum keluar. Tapi kalau yang ini sudah pasti positif," kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Sabtu (11/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata hasil tesnya keluar hari ini positif," katanya.
"Tanggal 28, pasien ini dibolehkan pulang karena kondisinya sudah baik. Tapi hasil swab-nya keluar hari ini positif," ujar Yuli.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Pemerintah Kabupaten Karanganyar berencana kembali melakukan uji swab untuk mengetahui status terkini dua pasien tersebut. Pasien asal Sewurejo akan diambil sampelnya Senin (13/4) depan. Sementara pasien kedua akan diambil sampelnya Sabtu (18/4).
PLT kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Purwanti menambahkan dua pasien tersebut diwajibkan menjalani karantina mandiri ketat di rumah masing-masing Sesuai protokol penanganan pasien Covid-19 terbaru.
"Hasil tes darah dan rontgen-nya bagus. Makanya boleh karantina mandiri ketat," kata dia.
Dinkes Kabupaten Karanganyar, lanjutnya, juga masih melakukan contact tracing kepada dua pasien tersebut. Warga yang diketahui melakukan kontak dekat dengan dua pasien itu diminta menjalani karantina mandiri 14 hari.
"Contact tracing terus kita lakukan terutama untuk pasien yang dari Paulan, Colomadu. Beliau kan pengusaha dengan banyak karyawan dan sempat bertemu banyak orang," katanya. (syd/ain)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian