Berdasarkan informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, warga yang mengungsi turut mendengar suara letupan yang diduga berasal dari Gunung Anak Krakatau. Dentuman terdengar oleh warga Desa Kunjir, Way Muli dan Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa.
"(belerang) mulai tercium Jumat malam, bahkan aroma bau belerangnya itu begitu menyengat dan mengganggu pernapasan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (11/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan warga pergi mengungsi, kata Riyan, karena sebagian besar warga Desa Kunjir masih trauma atas musibah bencana alam gelombang tsunami yang pernah terjadi sebelumnya yakni akhir 2018 lalu.
Ia pun berharap tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan sembari menunggu imbauan dari pihak-pihak terkait mengenai adanya kejadian ini.
"Bahkan sekarang pun masih tercium bau aroma belerangnya," ucap dia.
Camat Rajabasa, Sabtudin membenarkan banyak warga yang mengungsi sejak semalam. Ia pun mengimbau meski waspada warga diharapkan agar tetap tenang dan jangan panik. Imbauan tersebut juga, sudah ia sampaikan kepada seluruh Kepala desa (Kades) se-Kecamatan Rajabasa.
"Saya bersama pak Kadesnya sudah memberikan imbauan kepada warga, agar tetap tenang dan jangan panik. Selain itu juga, pakai masker dan jangan berkumpul dengan jarak dekat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," ujarnya. (ain/zai/ain)