Hal ini berdasarkan rekap data yang di akses melalui aplikasi Magma Indonesia, aplikasi resmi Kementerian ESDM yang digunakan untuk memantau aktivitas gunung berapi di seluruh Indonesia.
"Kalau laporan letusan terkini pasti ada. Kalau laporan per 6 jam dan 24 jam juga pasti ada, karena harus dihitung, direkap, ditulis, diinput baru dilaporkan. Semua terekap di (aplikasi) Magma Indonesia," kata Petugas Pos Pantau GAK Pasauran, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Sabtu (11/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, petugas melaporkan empat kali letusan dengan durasi 16,84 detik hingga 109 detik. Kemudian ada hembusan sebanyak empat kali.
[Gambas:Video CNN]
"Asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas tebal, dan tinggi (semburan) antara 200 meter hingga 2.000 meter di atas puncak," tulis petugas Fahrul Roji dalam laporannya, yang dilihat pada Sabtu (11/4), pukul 22.00 WIB.
Laporan terakhir yang sudah diunggah ke dalam aplikasi tersebut, yakni pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB, mencatat ada satu kali letusan dengan durasi 40 detik.
"Asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu, dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi (semburan) 500 meter dari puncak kawah," begitu yang tertulis dalam laporan yang dibuat oleh petugas Jumon, Sabtu (11/4).
"Tidak ada peningkatan ancaman. Tingkat aktivitas vulkanik G. Anak Krakatau masih tetap pada Level II (Waspada)," ujar PVMBG dalam keterangan pers.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Jumat (10/4). Pada saat yang sama, dentuman keras terdengar di sekitar Jabodetabek. Warga pun mengaitkannya dengan aktivitas gunung api di Selat Sunda itu.
Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto pun menyebut kondisi Anak Krakatau masih terpantau aman meski berstatus Waspada (Level 2).
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Nanang juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, tak tak mudah percaya dengan kbar di media sosial (medsos) mengenai erupsi GAK ini.
"Saya minta kepada masyarakat Lampung Selatan dan khususnya yang berada di pesisir pantai tetap tenang, jangan mudah percaya informasi yang belum tentu kebenarannya. Selain itu juga, jangan sampai menyebarkan informasi menyesatkan yang bisa membuat kepanikan ditengah masyarakat," tandasnya.
(ynd/zai/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi