Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian, serta menyebar sejumlah anggotanya untuk melakukan penyelidikan kasus itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian masker merk N95 dua kotak, satu kotaknya berisi 20 buah. Sehingga kerugian yang dialami Dinkes Kalteng sekitar Rp42 juta," kata Dwi.
Selain itu, lanjutnya, pelaku juga diduga mengambil alat pelindung diri (APD) beserta topinya dari sebuah mobil pikap yang terparkir di depan gudang farmasi.
Namun, di lokasi gudang tersebut sama sekali tidak terdapat kerusakan pada bagian luar gudang, baik pintu gudang maupun dinding. Hanya ada kerusakan pada pintu geser kaca dengan kusen alumunium yang rusak, yang diduga akibat dicongkel oleh pelaku.
"Untuk saat ini, Dinkes Provinsi Kalteng bagian gudang sedang menginventarisasi barang apa saja yang hilang serta jumlah kerugian," ujarnya.
"Kami juga sudah memintai keterangan dari petugas gudang serta beberapa orang yang mengetahui kejadian tersebut," kata Dwi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul membenarkan bahwa 6.000 masker dicui dari gudang Dinkes Kalteng.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
"Iya betul dan yang diambil adalah masker bedah," kata dia.
Kejadian itu baru diketahui pada Sabtu (11/4) pukul 16.30 WIB. Yakni, saat salah seorang stafnya curiga karena 'closed circuit television' (CCTV) yang mati. Saar CCTV dinyalakan, ternyata ada satu orang yang tampak masuk ke dalam gudang.
Diketahui, masker jadi barang langka selama pandemi Virus Corona. Karena permintaannya tinggi, harganya pun melambung. Kasus pencurian masker sebelumnya di Cianjur menunjukkan keberadaan motif ekonomi oknum petugas yang menggondolnya.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian