PGI: Tenaga Medis Covid-19 Telah Amalkan Makna Paskah

CNN Indonesia | Minggu, 12/04/2020 13:44 WIB
PGI mengatakan seluruh tenaga medis yang berjuang melayani pasien virus corona COVID-19 telah mengamalkan makna Paskah sepenuhnya. Ilustrasi tenaga medis covid-19. (ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Umum PGI Pendeta Jacky Manuputty mengemukakan seluruh tenaga medis yang tengah berjuang melayani pasien virus corona COVID-19 telah mengamalkan makna Paskah sepenuhnya.

"Saya juga ingin menyapa semua dokter dan paramedis yang tidak bisa merayakan Paskah bersama keluarga saat ini karena harus bersiap siaga di bangsal-bangsal isolasi," katanya dalam agenda konferensi pers di Gedung BPNB Jakarta, mengutip Antara, Minggu (12/4).

Jakcy berpesan kepada tenaga medis yang berhalangan untuk merayakan Paskah karena bertugas untuk tetap kuat dan teguh.


"Percayalah saudara-saudara sedang menjalani makna Paskah seutuhnya," katanya.

Jakcy juga mengapresiasi peran jurnalis yang telah memberikan waktu ekstra bagi pelayanan informasi, edukasi dan literasi kepada masyarakat di tengah situasi pandemik COVID-19.


PGI mengajak masyarakat untuk berperang menghadapi COVID-19 melalui upaya yang telah ditentukan pemerintah. Pencegahan di dalam situasi wabah adalah pertama mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.

Kedua, program masker untuk semua masyarakat selalu pakai masker apabila berada di tempat umum. Ketiga, adalah menjaga jarak aman satu sampai dua meter saat berinteraksi dengan orang lain. Keempat, tinggal di rumah, belajar dan bekerja dari rumah.

"Kita tidak mau pergi liburan yang terlibat di dalam kerumunan massa. Kali ini ibadah di rumah dan produktif di rumah, lakukanlah semuanya dengan disiplin. Lindungi diri sendiri dan jadilah pelindung bagi semua orang," katanya.

Virus Corona Bukan Aib

Jacky kemudian menegaskan orang yang terpapar virus corona bukan merupakan aib atau kutukan Tuhan. Jacky menyatakan stigmatisasi yang mendorong ke tindakan-tindakan diskriminatif terhadap mereka yang terpapar harus dilawan bersama-sama.

"Saat berdiam bersama keluarga di rumah, literasi dan edukasi harus terus-menerus dilakukan," kata Jacky.


Selain itu, kata Jacky, gereja-gereja secara institusional memaknai kebangkitan Kristus dalam situasi pandemi COVID-19 harus dinyatakan melalui tindakan gereja.

Tindakan itu dilakukan untuk membela dan merawat kehidupan. Gereja harus bisa mengonsolidasi seluruh sumber daya, baik sumber daya institusi, pelayanan maupun sumber daya umat untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Dia mencontohkan untuk sikap dan tindakan solidaritas, gereja bisa menyiapkan gedung gereja yang saat ini kosong dan tidak dipakai untuk tempat isolasi bagi mereka yang terpapar COVID-19 bilamana itu layak dan dibutuhkan.

Kemudian, gereja juga harus siap untuk dampak ikutan dari pandemi corona. Misalnya keterpurukan ekonomi dan naiknya angka pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja.

"Sekali lagi saya mengimbau untuk menggerakkan diakonia berbasis keluarga, yang kuat membantu yang lemah apapun latar belakang dan perbedaannya," tegas Jacky.


Dunia Rayakan Paskah dalam Duka

Umat Nasrani di seluruh dunia merayakan kebangkitan Yesus Kristus dalam suasana duka dan penuh pergumulan.

"Tradisi perayaan Paskah yang semarak itu berbeda pada gedung-gedung gereja yang biasanya disesaki umat untuk merayakan Paskah, hari ini terlihat sepi," kata Jacky.

Situasi itu tampak dari pintu-pintu dan gerbang gereja yang ditutup rapat karena umat merayakan Paskah dalam kebersamaan keluarga masing-masing untuk menghindari penularan COVID-19.

Jakcy mengatakan Paskah adalah perayaan terpenting dalam literasi Gereja Kristen. Perayaan ini identik dengan peringatan kebangkitan Kristus yang dianggap suatu peristiwa sakral dalam hidup Yesus.

"Karenanya Paskah selalu dirayakan dengan meriah setelah sebelumnya umat Kristen menjalani minggu-minggu prapaskah dan Minggu sengsara untuk merenungkan kisah penderitaan Kristus," katanya.

Imbauan pemerintah terkait pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diharapkan Jakcy jangan sampai melunturkan keceriaan makna Paskah.

"Bila dengan merayakan Paskah dalam kerumunan menjadikan umat terancam, maka tindakan itu berlawanan dengan berita penting dari Paskah itu sendiri, berita tentang kehidupan saudara-saudara umat Kristiani yang Kristus kasihi," katanya.



(antara/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK