Dua daerah yang masih berstatus zona hijau itu berada di Pulau Madura. Yakni Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Sampang. Tak ada pasien positif atau pasien dalam pengawasan (PDP) di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara bergantian dua kepala daerah tersebut menceritakan kondisi daerahnya di tengah pandemi covid-19. Yang pertama adalah Bupati Sampang Slamet Junaidi, ia mengaku jajarannya selama ini aktif melakukan pencegahan penyebaran covid-19.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (CNN Indonesia/Farid) |
"Insyallah besok Senin kita panggil seluruhnya, kepala puskesmas, postu dan polindes, kami akan melakukan pendataan. Sekarang ini sudah ada sebanyak sepuluh ribu lebih warga kami yang sampai di desa-desa kita lakukan isolasi," kata Slamet Junaidi.
Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) di ketahui saat ini masih nihil. Ia mengatakan sebenarnya ada warganya yang masuk PDP setelah mengikuti pelatihan calon petugas haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Namun usai mengikuti pelatihan tersebut yang bersangkutan pergi ke Malang dan kemudian pulang ke Pamekasan.
Lebih lanjut, ia kini terus mengumpulkan data riil ODR di Kabupaten Sampang. Nantinya mereka akan diminta untuk melakukan isolasi diri. Pemda, kata dia, juga akan hadir di sana untuk mencegah agar ODR tidak keluar rumah.
"ODR di Kabupaten Sampang ini adalah warga pekerja migran yang mudik dari Malaysia. Mereka juga ada yang dari Spanyol serta Amerika. Oleh pemkab mereka diberikan prioritas untuk dilakukan monitoring," kata dia.
Sedangkan untuk ODP Junaidi mengatakan pemantauan yang dilakukan Gugus Tugas juga menjangkau sampai tingkat pedesaan.
Pemkab juga memberdayakan UKM, untuk membuat masker dari kain dan dilapisi tisu. Masker-masker produksi masyarakat itu akan dibeli pemerintah dengan anggaran dana desa.
"Sehingga dari masker ini juga bisa jalan perekonomian di tengah wabah corona. Saya juga ingin masyarakat Sampang tidak sampai belanja di luar Sampang, jadi belanja kebutuhan ya cukup di Sampang saja," ujarnya.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
"Semua yang datang di-screening dilihat kesehatannya, di antaranya yang mudik. Selanjutnya ada kesadaran masyarakat karena dari tokoh masyarakat juga ikut melakukan imbauan. Seperti kalau ada pesta pernikahan itu sebaiknya ditunda dulu," kata dia.
"Bilik-bilik sterilisasi juga didirikan di berbagai wilayah di Sumenep. Bahkan di [Kepulauan] Kangean juga sudah disiapkan," katanya.
Sejauh ini di Kabupaten Sumenep tercatat ada sebanyak 123 orang ODP. Sebanyak 82 orang di antaranya diisolasi secara mandiri atau karantina mandiri.
"Sudah ada 82 orang yang diisolasi. Biasanya ada yang menolak saat awal akan dikarantina. Tapi setelah dibujuk dan diberi pengertian akhirnya mau. Intinya peran tokoh desa," ujarnya.
Mendengar paparan itu, Khofifah pun meminta kepada daerah-daerah lain agar meniru cara dua bupati tersebut melakukan pencegahan di daerahnya. Sehingga, rantai penularan covid-19 segera terputus, dan jumlah pasien tak lagi bertambah.
Sementara itu di Jatim, pada Sabtu (11/4) tercatat ada 267 pasien positif virus corona, 65 di antaranya sembuh, 26 meninggal. Sekain itu ada pula 1.394 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 13.658 orang dalam pemantauan (ODP). (frd/pmg)

Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)