Kapal pesiar besar tersebut dianggap misterius karena nama, asalnya serta tujuannya tidak terdeteksi oleh alat navigasi daerah setempat. Pemerintah daerah pun menyatakan tidak mengetahui asal usul kapal.
Warga Pulau Mansuar, Kabupaten Raja Ampat, Matius mengatakan kapal pesiar besar tersebut melintas perairan antara Pulau Mansuar dan Batanta sekitar pukul 11.00 WIT, Senin (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun informasi yang kami peroleh bahwa kapal tersebut tidak mengaktifkan alat Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System atau AIS bagi setiap kapal yang berlayar di perairan Indonesia," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat sudah menutup semua tempat wisata termasuk Raja Ampat sejak 23 Maret lalu. Langkah itu diambil guna mencegah penularan virus corona.
Merujuk data BNPB, telah ada 2 kasus positif virus corona di wilayah Papua Barat dan ada 68 kasus positif di Papua hingga Senin (13/4). Korban meninggal akibat virus corona di Papua Barat ada 1 orang, sementara di Papua sebanyak 3 orang.