Kapal Pesiar Melintas di Perairan Raja Ampat Saat Masa Corona

CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2020 08:31 WIB
Petugas otoritas pelabuhan memantau kapal pesiar berbendera Jerman, MS Albatros yang akan merapat di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, Jumat (27/2). Kapal pesiar tersebut membawa 800 wisatawan mancanegara yang menyinggahi Ambon selama 10 jam. ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan/Rei/mes/15. Ilustrasi kapal pesiar (Izaac Mulyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapal pesiar besar dikabarkan melintas di perairan Raja Ampat, Papua Barat Senin (13/4) dan menghebohkan masyarakat setempat di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Kapal pesiar besar tersebut dianggap misterius karena nama, asalnya serta tujuannya tidak terdeteksi oleh alat navigasi daerah setempat. Pemerintah daerah pun menyatakan tidak mengetahui asal usul kapal.

Warga Pulau Mansuar, Kabupaten Raja Ampat, Matius mengatakan kapal pesiar besar tersebut melintas perairan antara Pulau Mansuar dan Batanta sekitar pukul 11.00 WIT, Senin (13/4).


Warga bertanya-tanya ihwal tujuan dan aktivitas kapal tersebut karena saat ini seluruh kawasan wisata Raja Ampat ditutup berkenaan dengan pandemi virus corona
"Kami sudah menghubungi beberapa rekan agar meneruskan pihak-pihak terkait untuk mendeteksi kapal tersebut dengan alat navigasi," ujar Matius seperti dikutip dari Antara, Selasa (14/4).

"Namun informasi yang kami peroleh bahwa kapal tersebut tidak mengaktifkan alat Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System atau AIS bagi setiap kapal yang berlayar di perairan Indonesia," tambahnya.

Terpisah, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Raja Ampat, Anggiat P. Marpaung mengatakan tidak ada kapal pesiar besar yang berkoordinasi dan mengajukan izin berlayar di perairan Raja Ampat.
Hal serupa diutarakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Raja Ampat, M. Said Soltief. Dia mengatakan pihaknya juga tidak mengeluarkan izin masuk kawasan wisata bagi kapal pesiar besar dalam kondisi saat ini.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat sudah menutup semua tempat wisata termasuk Raja Ampat sejak 23 Maret lalu. Langkah itu diambil guna mencegah penularan virus corona.

Merujuk data BNPB, telah ada 2 kasus positif virus corona di wilayah Papua Barat dan ada 68 kasus positif di Papua hingga Senin (13/4). Korban meninggal akibat virus corona di Papua Barat ada 1 orang, sementara di Papua sebanyak 3 orang.
(Antara/bmw)

[Gambas:Video CNN]