Menurut Erlangga, belum terdapat bukti kuat yang menyatakan bahwa para pelaku merupakan anggota kelompok Anarko yang saling terhubung antar wilayah di Indonesia.
"Masih kategori simpatisan. (Mereka) Aktif mengikuti akun-akun media sosial terkait anarko," kata Erlangga saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada kaitan dengan yang di Tangerang, namun masih terus kami dalami," lanjut dia.
Saptono menjelaskan bahwa ketiga tersangka melakukan aksinya di tembok garasi GM, SMAN 1, Bulog, konveksi di Jalan Husein Kartasasmita, Jalan Dewi Sartika, Jalan Gudang, dan di Kantor Desa Jajawar.
"Pelaku melakukan aksinya pada akhir bulan Maret sebanyak dua kali dan di awal April satu kali. Pelaku juga melakukan aksi ini terinspirasi dari film 'Joker'," ujar Saptono dalam konferensi pers, Senin (13/3) kemarin.
Saat konferensi pers aksi serupa di Polda Metro Jaya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana menjelaskan bahwa kelompok Anarko yang menjadi pelaku utama dalam aksi tersebut diketahui berasal dari sejumlah daerah di wilayah Pulau Jawa. Mereka bahkan merencanakan aksi penjarahan di tengah pandemi virus corona.
"Akan kami kembangkan tentunya, bukan hanya di Jakarta, kami akan coba seperti di Bandung dan beberapa kota seterusnya," ujar Nana dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun resmi Instagram Humas Polda Metro Jaya, Sabtu (11/4).