Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan kunci keberhasilan penerapan PSBB adalah disiplin warga dan konsistensi rapid diagnostic test (RDT) massal.
Menurut dia, RDT masif tetap akan dilakukan di kawasan Bodebek hingga 28 April nanti untuk memetakan penyebaran Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal teknis rapid test-nya, Pemprov Jabar menyerahkan sepenuhnya kepada pemda di kawasan Bodebek. Yang pasti, kata dia, target sasaran uji tidak berubah yakni keluarga pasien positif Virus Corona, orang dalam pemantauan (ODP), tenaga medis, serta kalangan yang profesinya rawan.
[Gambas:Video CNN]
"Di beberapa kota kabupaten masih dipakai metode drive thru ini. Jadi diserahkan ke daerah, termasuk yang dilimpahkan ke puskesmas. Karena terkait SDM setempat," ucapnya.
Sejauh ini Pemprov Jabar telah mendistribusikan sekitar 70 ribu alat rapid test ke 27 kabupaten/kota dan sekitar 1.000 sampel telah dipastikan melalui tes polymerase chain reaction (PCR) positif Covid-19.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menargetkan 300 ribu rapid test dilakukan di Jabar, atau 30 persen dari target RDT masif nasional yang mencapai 1 juta sampel.
Berli pun menjamin Pemprov Jabar tidak akan kekurangan alat RDT karena banyak menerima sumbangan dari komunitas, BUMN, dan swasta.
Dia menambahkan, Pemprov Jabar menargetkan RDT masif dapat selesai Mei 2020. "Selesainya secepatnya. Mudah-mudahan sebelum Mei 2020 kita sudah bisa menyelesaikan kegiatan rapid test ini," tutup dia.
(hyg/arh)