"Dalam kesempatan ini saya laporkan kebutuhan anggaran yang belum terdukung sebesar Rp3,2 triliun," kata Hadi dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi 1 DPR RI yang berlangsung secara virtual pada Rabu (15/4).
Personel TNI akan dilibatkan dalam operasi kontijensi selama 90 hari dan dalam tahap rehabilitasi serta rekonstruksi selama 60 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Riza Patria Resmi Dilantik Jadi Wagub DKI |
Pengalihan anggaran it berasal dari Mabes TNI sebesar Rp25,7 miliar, TNI Angkatan Darat (AD) Rp39,9 miliar, TNI Angkatan Laut (AL) Rp64,5 miliar, dan TNI Angkatan Udara (AU) Rp69,5 miliar.
Sementara pengalihan anggaran TNI AL digunakan untuk peningkatan atau pengadaan fasilitas dan sarana prasarana di RS Pasir Angin dan ruang isolasi, alat bantu pernafasan, APD, reagen rapid test, insentif tenaga medis, dan bahan baku sanitizer.
Sedangkan pengalihan anggaran di TNI AU akan dipakai untuk insentif tenaga kesehatan di RSPAU dr. Hardjolukito, RSAU dr. Moh. Salamun, RSAU dr. Esnawan Antariksa, serta untuk pengadaan APD, test kit, PCR, dan APD laboratorium.
Kementerian yang anggarannya dipotong paling banyak yaitu Kementerian Riset dan Teknologi dari Rp42,16 triliun menjadi Rp2,47 triliun. Kemudian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dari Rp120,21 triliun menjadi Rp95,68 triliun.
Selanjutnya, Kementerian Pertahanan dari Rp131,18 triliun menjadi Rp122,44 triliun. Lalu, Kepolisian dari Rp104,69 triliun menjadi Rp96,11 triliun dan Kementerian Perhubungan dari Rp43,11 triliun menjadi Rp36,98 triliun. (mts/fra)