Dedi juga meragukan peraturan yang telah dibuat pemerintah untuk membatasi jumlah penumpang bisa berjalan efektif selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Melihat kenyataannya bagaimana mungkin, karena kalau mengikuti protokol, satu gerbong diisi maksimal 50 persen, tapi operasionalnya di Bogor berangkat, di Citayam ada penumpang, Bojong Gede, dan seterusnya, apa itu bisa memenuhi hal itu," kata dia seperti dikutip dalam wawancara di CNNIndonesia TV, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerapan PSBB di Bogor baru dimulai pada hari ini, begitu juga dengan Depok dan Bekasi.
Jika KPI tersebut tidak tercapai, kata dia, maka masa PSBB akan diperpanjang.
"Kita harus memutus rantainya, episentrum itu di Jakarta, kalau kita masih terhubung satu yang lain proyeksi penyebaran sangat besar. ini yang kita khawatirkan," kata dia.
Pada Selasa (14/4) lalu, Dedie menyebut lima kepala daerah di kawasan Bogor Depok Bekasi telah memberikan opsi kepada PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT. Kereta Api Indonesia (PT) KAI sebagai operator KRL untuk penghentian sementara kereta api Commuter Line selama 14 hari masa pemberlakuan PSBB.
Manager External Relations PT KCI, Adli Hakim, mengatakan terkait dengan penghentian sementara operasional KRL, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah.
"Jadi kembali lagi kami sebagai operator, kami membuat lebih aturan teknis. Keputusan lain kami mengikuti dari pemerintah," ucap Hakim.
(CNNIndonesia/Basith Subastian) |
"Jadi, kemungkinan dihentikan itu tanggal 18 (April), pada saat PSBB dari Banten berlangsung," kata pria yang akrab disapa Emil saat memantau pelaksanaan PSBB hari pertama di Kota Bekasi. (yoa/ayp)
(CNNIndonesia/Basith Subastian)