Ia menjelaskan, jumlah tersebut terdiri dari relawan yang bersifat medis dan juga nonmedis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari Aceh hingga Papua.
"Terdiri dari 4.441 orang tenaga medis, dan 19.071 orang termasuk relawan nonmedis," kata Andre dalam konferensi pers di Graha BNPB, Kamis (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya masih terus membuka kesempatan bagi setiap orang yang ingin mendaftarkan diri sebagai relawan tenaga medis karena masih terdapat kebutuhan bagi tenaga medis dalam penanganan covid-19. Para relawan di bidang medis akan mendapat pelatihan dan akan disebar di beberapa rumah sakit rujukan covid-19.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
"Kami harapkan teman-teman relawan bisa menjadi gugus terdepan dalam memutus peneybaran covid-19," kata dia.
Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 membuka pendaftaran bagi seluruh elemen masyarakat yang ingin mendaftarkan diri menjadi relawan atau pejuang kemanusiaan untuk pencegahan penyebaran virus corona sejak Maret lalu. Pendaftaran bisa dilakukan melalui laman Desk Relawan Percepatan Penanganan Covid-19 Indonesia.
Andre menerangkan pihaknya bekerja sama dengan sejumlah asosiasi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan perguruan tinggi untuk mengajak semua elemen masyarakat bergabung menjadi relawan penanganan corona.
Menurutnya, para dokter dan administrasi rumah sakit akan menjadi gugus terdepan, sedangkan mahasiswa tingkat akhir akan berada di lapis kedua pencegahan penyebaran virus corona. (mjo/pmg)
