Yulius Amo, koordinator komunitas tersebut, mengatakan selama ini pemerintah hanya memberi bantuan dan aturan untuk ojek online. Misalnya, kebijakan pengembalian tunai atau cashback 50 persen saat mengisi ulang BBM di SPBU Pertamina.
"Mendesak agar pemerintahan Jokowi bersikap adillah kepada semua. Mereka memberikan cashback lah kepada pembelian BBM. Bukan kepada ojek online saja gitu. Di sini juga banyak sopir-sopir angkutan," kata Yulius saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Jokowi diminta bersikap adil kepada semua pihak. (Muchlis - Biro Setpres) |
"Biasanya sehari bisa 2-3 rit (perjalanan), ini satu rit saja enggak ada. Ya satu rit Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Ini satu saja enggak dapat, bagaimana kita mau makan di rumah?" tuturnya.
Yulius mengatakan setidaknya cashback ataupun keringanan lainnya dalam mengisi bahan bakar bisa mengurangi beban mereka. Sehingga ada uang lebih yang bisa digunakan untuk membeli keperluan sehari-hari.
"Kalau buat ojek online saja, berarti menganaktirikan dong pengemudi di Tanjung Priok ini," tuturnya.
Penyemprotan disinfektan kepada para pengemudi ojek online (ojol) untuk mencegah penyebaran virus corona. (CNN Indonesia/Farid) |
Melalui akun Twitter @basuki_btp, Ahok menyebut promo cashback 50 persen (maksimal Rp15 ribu per transaksi) diberikan kepada 10 ribu pengemudi ojol per hari, mulai Senin (13/4) hingga (12/7) mendatang. (dhf/pmg)
Presiden Jokowi diminta bersikap adil kepada semua pihak. (Muchlis - Biro Setpres)
Penyemprotan disinfektan kepada para pengemudi ojek online (ojol) untuk mencegah penyebaran virus corona. (CNN Indonesia/Farid)