"Rapid (test) ini punya potensi kekeliruan yang cukup tinggi. Karena itu kita mendorong kapasitasnya ditingkatkan untuk tes PCR," kata Anies dalam rapat virtual bersama Tim Pengawas DPR RI Penanggulangan Covid-19, Kamis (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemampuan melakukan tes itu disebut Anies akan bertambah dengan bergabungnya Kalbe Farma yang punya kapasitas tes 4.000-an per hari. Dengan itu, diharapkan DKI bisa melakukan tes hingga 8.000 tes setiap harinya.
Anies menyebut metode rapid test mengkhawatirkan. Dia mencontohkan seseorang bisa mendapat hasil rapid test negatif corona, padahal bisa jadi yang bersangkutan positif.
"Jadi false negative yang kita amat khawatirkan. Jadi kita berharap peningkatan kapasitas ini memang bisa didorong lebih jauh," kata dia.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri masih terus melaksanakan rapid test untuk mengecek status positif atau tidaknya seseorang terjangkit corona. Sampai Selasa (14/4), sebanyak 40.712 orang telah mengikuti tes tersebut.
Catur mengatakan dari jumlah itu, sebanyak 1.395 orang positif dan 39.317 lainnya dinyatakan negatif. (ndn/wis)