"Warga hampir terbelah dalam menilai kecepatan pemerintah pusat menangani Covid-19. Dengan error margin 2,9 persen, tidak konklusif mayoritas warga bersikap positif," ujar Direktur SMRC Sirojudin Abbas melalui hasil survei yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (17/4).
Dari sejumlah provinsi di Indonesia, mayoritas warga di Jawa Tengah dan Jawa Timur menilai pemerintah pusat cepat menangani covid-19 dengan persentase 61 persen. Sementara warga DKI Jakarta cenderung menilai pemerintah lambat dengan persentase 54 persen dan warga Jawa Barat 41 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pemerintah provinsi yang dianggap lambat menangani yakni Banten dan Sulsel sebesar 50 persen dan Jabar 49 persen.
Penanganan di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan kelurahan juga dianggap lebih cepat ketimbang pemerintah pusat.
"Warga secara konsisten menilai bahwa pemerintah pusat paling lambat dalam menangani Covid-19 jika dibanding pemerintah provinsi, kab/kota, dan kecamatan/desa/kelurahan," ucap Sirojudin.
Margin of error survei ini diperkirakan 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.
Pemerintah diketahui memilih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran covid-19. Namun penerapan PSBB ini harus diajukan daerah terlebih dulu dengan persetujuan menteri kesehatan.
Selain penerapan PSBB, pemerintah juga tak secara tegas melarang warga mudik ke kampung halaman. Hingga saat ini pemerintah hanya mengimbau agar warga tak mudik. Namun bagi warga yang telanjur mudik diminta untuk isolasi mandiri.
Imbauan pemerintah ini pun dikritik sejumlah pihak. Pemerintah diminta membuat aturan lebih tegas untuk menekan jumlah warga yang terinfeksi Covid-19.