"Saya tidak demam, tidak batuk, tidak influenza. Saya sehat-sehat saja," ucap Rustam saat diminta mengikuti petugas medis oleh ketua PMI Kota Ternate, Muhajirin, Jumat (17/4).
Diketahui, Rustam adalah pedagang pakaian asal Kelurahan Gamalam, Ternate yang sempat ke Jakarta pada akhir Maret lalu dengan KM Dorolonda. Dia membeli pakaian untuk dijual kembali di hari lebaran di Ternate, Maluku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itulah Rustam diketahui positif virus corona. Namun, ia berdalih tubuhnya kurang sehat akibat aktivitas yang tidak teratur dalam beberapa hari terakhir.
Para penumpang KM Dorolonda yang mengalami gejala klinis mirip virus corona lalu dibawa ke Hotel Vellya, Ternate. Petugas medis sudah menunggu di sana untuk mengecek kondisi kesehatan yang baru tiba di Ternate.
"Saya ke Jakarta cuma untuk belanja dagangan keperluan Ramadan ini. Bukan saya ikut teman-teman (jamaah tabligh) ke masjid-masjid," ucap Tam.
Rustam akhirnya mau berdiam di kamar di Hotel Vellya. Dia menunggu untuk menjalani tes lanjutan oleh tim medis usai dibujuk berulang kali.
Ketua PMI Ternate Muhajirin mengaku Rustam sempat sulit dibujuk hingga akhirnya mau berdiam di kamar di Hotel Vellya. Namun, Muhajirin mendapat kabar Rustam kabur saat ingin dibawa petugas medis ke RS Chasan Boesoirie
"Jadi tim medis datang untuk dilakukan swab test dan bawalah ke RS dan dia mengamuk dan lari keluar. Tapi di peristiwa lari keluar itu saya sudah tidak di sana," kata Muhajirin.
Satu hari kemudian, yakni Jumat sore (17/4), Rustam berhasil ditemukan. Dia ditangkap warga dan diserahkan kepada petugas medis untuk diperiksa kondisi kesehatannya.