"Sejak Keppres tentang PSBB yang dimulai di DKI maka kami dapat ambil beberapa data perkembangan. Ada yang positif, tapi masih ada yang belum optimal," kata Doni saat konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Ia menyebut yang menjadi masalah saat ini bukan pada transportasi, tetapi perkantoran yang belum menerapkan kebijakan kerja dari rumah.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu lantas menyinggung soal permintaan sejumlah pihak untuk mengehentikan operasional kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek selama masa PSBB.
"Alasannya para pekerja yang sebagian besar mereka yang bekerja pada sektor-sektor yang memang tidak bisa ditinggalkan seperti petugas RS, pelayan fasilitas umum. Kalau mereka tidak berangkat kerja konsekuensinya dianggap bolos dan risiko potong honor, kurangi gaji, bahkan PHK," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya melakukan evaluasi penerapan PSBB di sejumlah wilayah. Ia ingin penerapan PSBB itu dievaluasi kelebihan dan kekurangannya untuk pelaksanaan yang lebih baik ke depan.
Penerapan PSBB telah berjalan di sejumlah provinsi, kabupaten, dan kota. Mulai dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat yang mencakup 10 kabupaten/kota, Provinsi Sumatera Barat.
Kemudian Kota Pekanbaru, Riau; Kota Tegal, Jawa Tengah; Kota Makassar, Sulawesi Selatan; Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan; dan Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Sesuai ketentuan, penerapan PSBB akan berjalan selama 14 hari dan dapat diperpanjang. Penerapan PSBB di Jakarta dan sejumlah wilayah sendiri masih diwarnai pelanggaran oleh warga. (tst/fra)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian