Klaster Gowa dipakai untuk penyebutan penyebaran corona dalam acara Ijtima Dunia 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu. Meski batal, namun ribuan orang sudah terlanjur berdatangan di lokasi acara. Peserta datang dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan sejumlah negara tetangga.
Yurianto menegaskan sejak awal pihaknya beserta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di tiap daerah telah melakukan tracing sejak kepulangan para peserta ijtima dunia tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui penyebaran kasus Covid-19 dari klaster Gowa terus meningkat di berbagai daerah. Kasus terbanyak asal klaster Gowa ada di Nusa Tenggara Barat (NTB), tercatat 61 kasus positif per tanggal 20 April 2020.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA) |
"Setiap daerah sudah ditugaskan untuk melakukan tracing dari berbagai klaster, oleh karena itu angkanya meningkat," kata Yurianto.
Yurianto menjelaskan, pemerintah pusat tidak hanya mengkhususkan perhatian pada penyebaran klaster Gowa, tapi juga klaster pertemuan di Bogor.
"Sudah diawasi orangnya satu-satu, baik klaster Gowa juga klaster pertemuan di Bogor," ujarnya.
Menurut data per Senin, 20 April 2020, kasus virus corona di Indonesia mencapai 6.760, jumlah kasus sembuh sebanyak 747 kasus, dan kasus meninggal dunia sebanyak 590 kasus.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)