"Dari 800 nakes (tenaga kesehatan) yang diperiksa rapid test, 51 nakes hasilnya reaktif (terindikasi positif virus corona)," kata Direktur Utama RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebut 51 tenaga kesehatan tersebut saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di salah satu hotel yang disediakan oleh Pemerintah Kota Bogor.
"Hari ini akan kita cek PCR swab dan diupayakan Jumat sudah ada hasilnya, dan berharap semoga semua negatif PCR nya," ujarnya.
Untuk pencegahan, Dedie mengatakan pihaknya akan fokus menambah jumlah alat pelindung diri (APD) baik untuk tenaga kesehata medis maupun tenaga kesehatan penunjang pelayanan di sebuah rumah sakit.
"Namun APD itu barang langka khususnya yang kualitas medis atau medical grade. Untuk petugas medis RSUD dibutuhkan 112 buah APD per hari atau 3.500 APD per bulan," katanya.
Sementara jumlah pasien positif di Kota Bogor secara kumulatif sebanyak 66 orang. Dari jumlah itu 11 orang meninggal dunia dan 6 orang dinyatakan sembuh. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) total 143, di mana 25 orang meninggal dunia dan 36 orang sembuh. (khr/fra)