"Presiden akan menyampaikan langsung keputusan beliau mengenai Omnibus Law. Kita menunggu saja pengumuman yang mungkin langsung disampaikan presiden, kami tidak boleh bicara di sini," ujar Andi.
"Kemungkinan besok akan disampaikan mengenai Omnibus Law," tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin serikat buruh bisa dilibatkan secara lebih aktif dalam pembahasan dan tadi presiden mendengar dengan sangat-sangat baik," ucap Andi.
Sementara terkait rencana aksi demo buruh 30 April mendatang, Andi mengatakan, pihaknya bersama sejumlah pimpinan organisasi buruh lain akan menunggu terlebih dulu pernyataan Jokowi soal Omnibus Law tersebut. Setelah itu ia baru akan memutuskan untuk melanjutkan aksi demo atau tidak.
"Kita menunggu pengumuman presiden dulu. Kami sudah mengerti apa yang akan disampaikan tapi biar presiden yang akan menyampaikan," katanya.
Presiden (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyebut Presiden Jokowi bakal mengumumkan sikap mengenai RUU Omnibus Law Cipta Kerja dalam waktu dekat (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
"Sedang dibahas betul oleh kami semua pimpinan buruh mengenai risiko tertularnya penyakit corona. Ini menjadi bahasan bagaimana teknisnya," tutur Andi.
Selain Andi, Presiden KSPI Said Iqbal dan Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban juga ikut dalam pertemuan yang digelar tertutup dengan Jokowi itu.
RUU Omnibus Law Ciptaker diketahui merupakan undang-undang yang akan meringkas 1.244 pasal dari 79 undang-undang. RUU ini merupakan usulan Jokowi untuk menarik investasi asing.
DPR dan pemerintah juga kukuh melanjutkan pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja di masa wabah virus corona. Belakangan, DPR mempersilakan pemerintah menarik draf yang telah diserahkan untuk dibahas bersama. (psp/bmw)
Presiden (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyebut Presiden Jokowi bakal mengumumkan sikap mengenai RUU Omnibus Law Cipta Kerja dalam waktu dekat (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)