Holik menyatakan pemberitaan tentang istrinya yang meninggal pada Senin (20/4), karena kelaparan atau tidak makan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi kiri Holik berdiri seorang wanita berpakaian putih mengenakan masker. Ia mengaku bernama Uci dan mengenalkan diri sebagai adik dari Yulie.
"Bahwa istri saya meninggal karena kelaparan itu enggak benar, istri saya itu meninggal karena kecapekan, kelelahan," kata Holik.
Sementara itu, Uci mengatakan pemberitaan media soal meninggalnya Yulie tidak benar. Menurutnya, alrmarhumah meninggal karena kelelahan.
"Saya minta ke awak media untuk tidak membesar besarkan pemberitaan tersebut," ujarnya.
Masih dalam video yang sama, Uci juga mengucapkan terima kasih kepada Brimob Polda Banten karena telah membantu menyiarkan dan mengklarifikasi pemberitaan yang ada.
"Terima kasih kepada Brimob Polda Banten yang telah membantu keluarga besar kami untuk mengklarifikasi pemberitaan di media," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Banten, Komisaris Besar Edy Sumardi mengatakan tidak mungkin Brimob Polda Banten membantu pihak keluarga Yulie membuat klarifikasi tersebut. Ia menyebut pihaknya hanya memberikan bantuan sembako kepada keluarga Yulie.
"Kalau saya analisa, tidak benar itu ada bantuan klarifikasi. Kami sedang fokus kepada penanggulangan Covid-19 dan membantu warga yang terdampak ekonomi dengan gelar dapur umum, bagi nasi dan bagi sembako aja," kata Edy, Rabu (22/4).
Sebelumnya, diberitakan Yulie meninggal setelah menahan lapar dengan hanya minum air galon isi ulang selama dua hari, sore sekitar pukul 15.09 WIB, Senin 20 April. Yulie disebut menahan lapar dua hari karena tak ada pemasukan akibat pandemi virus corona.
Yulie meninggalkan empat orang anaknya, salah satunya masih bayi. Suaminya, Mohamad Holik (49), hanya bekerja sebagai pencari barang rongsokan dan pemulung. (yan/fra)