Namun sebaliknya, demi memutus rantai penularan Covid-19, kader PDI Perjuangan tersebut lebih memilih untuk menerapkan isolasi klaster (cluster Isolation).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga yang positif Covid-19 dan pasien dalam pengawasan (PDP) sudah terisolasi di rumah sakit. Sedangkan warga yang masuk ODP dan OTG masih berkeliaran. Melalui cluster isolation ini, merekalah nanti yang akan kita isolasi agar tidak berkeliaran dan rentan menularkan virus corona di tengah-tengah masyarakat," ucapnya.
"Insyaallah begitu draf perwalnya selesai, maka kita akan menerapkan cluster isolation. Dengan cluster isolation ini, semoga kita dapat mengatasi Covid-19," ujarnya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Nurli mengatakan jumlah kecamatan di Kota Medan yang masuk zona merah penyebaran Covid-19 bertambah dua pada Rabu (22/4). Alhasil, saat ini 10 kecamatan di Medan masuk zona merah corona: Medan Sunggal, Selayang, Tuntungan, Johor, Amplas, Medan Kota, Denai, Tembung, Helvetia dan Petisah.
"Kemarin ada dua kecamatan baru yang masuk zona merah. Dua kecamatan itu adalah Medan Helvetia dan Medan Petisah yang sebelumnya masuk zona kuning. Ini terjadi akibat jumlah PDP meningkat di atas 10 kasus," paparnya.
"Untuk yang positif ada 111 orang masing-masing positif melalui PCR ada 93 orang dan melalui pemeriksaan rapid test ada 18 orang," kata Juru Bicara (Jubir) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Aris Yudhariansyah kemarin.
Aris menjelaskan untuk ODP (orang dalam pemantauan) ada 2.134 orang, PDP (pasien dalam pengawasan) sebanyak 153 orang. Kemudian pasien positif Covid-19 yang sembuh berjumlah 22 orang dan meninggal 11 orang.