"Social distancing itu akan bisa sampai tahun 2022, kecuali kalau kita bisa mendapatkan vaksin yang bisa memproteksi seluruh populasi sekarang," kata Riris di Yogyakarta, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Riris, rapid test penting dilakukan untuk memastikan orang dengan kategori ODP, OTG, ataupun PDP dipisahkan dari populasi. Langkah tersebut untuk mencegah penularan virus corona yang lebih luas.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Riris berpendapat masyarakat harus mulai beradaptasi di tengah penyebaran virus corona sampai beberapa waktu ke depan. Menurutnya, pandemi virus corona ini bisa berlangsung cukup lama.
Social distancing dan sejumlah upaya yang telah dilakukan saat ini, kata Riris, bisa menghambat penularan virus corona.
Ia mencontohkan dua kasus positif yang dialami oleh ibu rumah tangga dan pensiunan di Yogyakarta. Secara mobilitas, dua pasien tersebut bisa dikatakan sangat terbatas, dan jejaring sosialnya juga kecil.
"Jadi dia bisa dapat dari lingkungannya yang dia sendiri tidak tahu bahwa orang itu sakit atau tidak. Itu menjadi indikasi sudah ada penularan yang meluas, tetapi tidak tahu penularannya ada di mana," ujarnya.
Riris menambahkan dari 75 kasus terkonfirmasi positif di DIY per 22 April, 51 di antaranya merupakan kasus yang mempunyai riwayat perjalanan dari zona merah di luar DIY, baik itu dari dalam maupun luar negeri.
"Dari 51 kasus tersebut, kami mencatat ada 10 orang yang menularkan pada 12 kasus baru yang ini disebut sebagai generasi kedua. jadi ini adalah yang tercatat sebagai penularan lokal pertama," jelasnya.
"Kalau kemudian itu menjadi sangat luas, maka ini akan menjadi problem besar," ujarnya.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih mengatakan sampai saat ini total ODP di DIY mencapai 3.909 orang. Sedangkan PDP yang telah diperiksa sebanyak 713 orang.
Dari jumlah tersebut, 46 orang meninggal dunia, 134 pasien menjalani rawat inap, dan 533 orang lainnya rawat jalan.
Sementara, 75 orang di DIY dinyatakan positif virus corona. Dari jumlah itu, 7 orang meninggal dunia, 30 sembuh, dan 38 masih dirawat. (sut/fra)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian