"Kalau saat pandemi biasanya hanya 400-500 penumpang per hari, sekarang ada 840 orang yang berangkat," kata Kasatpel Operasional dan Kemitraan Terminal Terpadu Pulo Gebang, Afif Muhroji di Jakarta, Kamis (23/4) dilansir dari Antara.
Afif mengatakan lonjakan penumpang terhitung mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Sementara bus AKAP yang diberangkatkan berjumlah 64 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lonjakan pembeli tiket di lokasi itu akibat keterlambatan bus karena di pul Cibitung kekurangan pengemudi.
Penumpang terlihat membawa banyak barang-barang menggunakan tas ransel atau kemasan kardus.
Berdasarkan keterangan petugas informasi bahwa bus AKAP dan AKDP masih beroperasi hingga jam 18.00 WIB.
Salah satu penumpang, Akila (28), mengatakan sengaja pulang kampung lebih cepat untuk menghindari larangan pemerintah.
"Pak Presiden kan bilang mudik mau dilarang, daripada saya ribet mendingan duluan," kata penumpang tujuan Bandung itu.
Pekerja salah satu restoran di Jakarta itu mengatakan keputusan untuk pulang kampung menyusul perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta yang memaksa tempat dia bekerja tutup. (antara/osc)