Hal ini disampaikan Wiku dalam jumpa pers yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (23/4).
"Tingkat kematian yang tinggi untuk Covid-19 di Indonesia saat ini karena keterbatasan dan keterlambatan untuk deteksi dini," ujar Wiku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, tingginya jumlah pasien meninggal karena Covid-19, menurut Wiku sebagai upaya pemerintah untuk menunjukkan transparansi data kepada publik.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
"Peningkatan kualitas data juga perlu dilakukan sehingga data tingkat kematian menjadi lebih dipercaya," ucap Wiku.
Berdasarkan data 22 April 2020, jumlah kasus positif covid-19 di Indonesia mencapai 7.418 orang. Dari jumlah tersebut, 635 orang meninggal dunia dan 913 dinyatakan sembuh.
Berdasarkan data 23 April 2020, jumlah kasus positif covid-19 di Indonesia mencapai 7.775 orang. Sementara, jumlah pasien meninggal dunia 647 jiwa, dan yang dinyatakan sembuh 960 orang.
"Konfirmasi positif mencapai 7.775 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto melalui keterangan resmi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (23/4).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengakui sistem kesehatan nasional tidak akan mampu menangani wabah Covid-19 jika masyarakat panik. Atas dasar pertimbangan itu, pemerintah sempat merahasiakan sebagian informasi seputar penanganan Covid-19 saat awal virus corona mewabah.
"Kita sampaikan awal-awal saat ditemukan pasien 01, 02. Saya menyampaikan agar hati-hati menyampaikan informasi ke lapangan agar tidak membuat masyarakat panik. Karena kalau panik, sistem kesehatan nasional kita enggak akan mampu menangani ini," ujar Jokowi dalam siaran Mata Najwa, Rabu (22/4) malam. (psp/pmg)
